Bahwa seseorang mengunjungi saudaranya di desa lain, lalu Alloh SWT mengutus malaikat untuk membuntutinya. Tatkala malaikat menemaninya, malaikat berkata, "Kau mau ke mana?" Ia menjawab, "Aku ingin mengunjungi saudaraku di desa ini."
Malaikat terus bertanya, "Apakah kamu akan memberikan sesuatu kepada saudaramu?" Ia menjawab, "Tidak ada, melainkan hanya aku mencintainya karena Allah SWT." Malaikat berkata, "Sesungguhnya aku diutus Allah kepadamu, bahwa Allah mencintaimu sebagaimana kamu mencintai orang tersebut karena-Nya"
-- HR Muslim
Jika hidup ini di ibaratkan taman, cinta adalah bunga-bunga yang senantiasa mekar silih berganti menghiasi kehidupan setiap anak manusia. Alloh SWT memberi begitu banyak kesempatan untuk mencinta. Mencintai-Nya, mencintai Rasul-Nya, mencintai orang tua, saudara, anak, suami/istri, sahabat, tetangga, dan cinta-cinta yang lainnya.
Dalam hirarki cinta, cinta kepada Alloh SWT berada di tempat tertinggi. Sedang cinta kepada selain-Nya hanyalah akan bernilai ketika cinta itu berawal dan berakhir karena Alloh SWT. Ketika semua cinta itu berhulu dan bermuara kepada-Nya tak akan ada cinta yang luka, cinta yang sakit, cinta yang patah. Karena semuanya hanya mengharap Ridho-Nya. Sakit atau luka akan kita terima dengan ikhlas karena semua kita niatkan karena-Nya. Demi cinta-Nya. Sehingga pada akhirnya cinta yang kita rasakan akan membawa pada kemuliaan, dan bukan sebaliknya malah terpuruk dan terhina karena cinta.
Agar tak sia-sia kita mencinta, adalah bijak untuk selalu meluruskan niat. Niatkan segala yang kita cintai hanya karena-Nya. Agar cinta-Nya mendatangimu dan memelukmu...
Wallahu'alam
--
Ya Alloh,
Kau tahu hati hati ini telah berkumpul dalam cinta-Mu
Bertemu dalam taat-Mu
Menyatu menolong dakwah-Mu
Berjanji perjuangkan syariat-Mu
Maka eratkan ikatannya Dan abadikan cintanya
(Syahid Hasan Al Banna)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar