Cinta mengajarkan, bahwa seorang istri/suami untuk mendapatkan hak-haknya adalah dengan melaksanakan kewajiban-kewajibannya pada pasangannya. Itulah yang mempertemukan dua kutub jiwa. Pertemuan itulah yang membuat sepasang suami istri saling genap menggenapi, dan saling menyempurnakan.
Berlayar dalam biduk cinta selama 18 tahun ternyata masih belum cukup untuk memahami sepenuhnya. Masih harus terus belajar. Bahwa kadangkala ego dapat setiap saat mengkaramkan biduk yang sekian lama dikayuh. Memahami dan melaksanakan kewajiban, sebelum berteriak menuntut hak. Itu yang harus benar-benar dimengerti. Semoga bisa istiqomah untuk terus belajar...
Wallahu'alam.
CINTA, Jalaludin Rumi
...karena takdir itulah, setiap bagian dari dunia ini bertemu dengan pasangannya.
Dalam pandangan orang bijak, langit adalah laki-laki dan bumi adalah perempuan;
bumi memupuk apa yang telah dijatuhkan oleh langit.
Jika bumi kekurangan panas, maka langit mengirimkan panas kepadanya;
jika bumi kehilangan kesegaran dan kelembaban, langit memulihkannya.
Langit memayungi bumi, layaknya seorang suami menafkahi istrinya;
dan bumipun sibuk dengan urusan rumah tangga;
ia melahirkan, menyusui, dan merawat segala yang telah ia lahirkan.
Tak ubahnya bumi dan langit dikaruniai kecerdasan,
karena mereka melaksanakan pekerjaan mahluk yang memiliki kecerdasan.
Andaikan pasangan ini tidak mengecap kenikmatan,
mengapa mereka bersanding seperti sepasang kekasih?
Tanpa bumi, akankah pohon dan bunga bisa berkembang?
Sementara tanpa langit, akankan air dan panas bisa tersediakan?
Sebagaimana Tuhan memberikan hasrat kepada laki-laki dan perempuan
sehingga dunia menjadi terpelihara oleh kesatuan mereka...
Dalam pandangan orang bijak, langit adalah laki-laki dan bumi adalah perempuan;
bumi memupuk apa yang telah dijatuhkan oleh langit.
Jika bumi kekurangan panas, maka langit mengirimkan panas kepadanya;
jika bumi kehilangan kesegaran dan kelembaban, langit memulihkannya.
Langit memayungi bumi, layaknya seorang suami menafkahi istrinya;
dan bumipun sibuk dengan urusan rumah tangga;
ia melahirkan, menyusui, dan merawat segala yang telah ia lahirkan.
Tak ubahnya bumi dan langit dikaruniai kecerdasan,
karena mereka melaksanakan pekerjaan mahluk yang memiliki kecerdasan.
Andaikan pasangan ini tidak mengecap kenikmatan,
mengapa mereka bersanding seperti sepasang kekasih?
Tanpa bumi, akankah pohon dan bunga bisa berkembang?
Sementara tanpa langit, akankan air dan panas bisa tersediakan?
Sebagaimana Tuhan memberikan hasrat kepada laki-laki dan perempuan
sehingga dunia menjadi terpelihara oleh kesatuan mereka...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar