Ariq, anak bungsuku, sebelum tidur sering minta dipeluk. "Peluk dulu, Ibu. Yang lama", begitu pintanya. Dulu, aku pikir itu hanya karena dia sangat dekat denganku, menginginkan perhatian lebih dariku. Sampai suatu hari aku bertanya padanya, "Emang kenapa adek suka minta dipeluk ?". "Enak 'aja kalau dipeluk ibu, nyaman", jawabnya ringan sambil mempererat pelukannya padaku. Mendengar jawabannya, akupun semakin mempererat pelukanku sambil menciumi wajahnya. Gemes.
Aku jadi berpikir, bahwa anakpun juga membutuhkan ungkapan cinta bukan hanya secara verbal tapi juga non verbal. Bukan hanya sering mengatakan "Ibu sayang adek", tapi dia juga memerlukan penegasan seperti dengan pelukan atau ciuman. Hal-hal manis seperti itu akan semakin meyakinkan dirinya bahwa ibunya benar-benar mencintainya, bukan hanya sekedar ucapan belaka. Dan itu yang menghadirkan rasa nyaman dalam hatinya.
Jadi teringat sebuah kisah yang menceritakan, suatu saat, Rosulullah SAW mencium Hasan bin Ali, cucu beliau. Melihat hal tersebut seorang sahabat bernama Aqra’ bin Habis At Tamimi terheran-heran. "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku mempunyai sepuluh orang anak tetapi tak satu pun di antara mereka pernah aku cium," kata Aqra’. Maka Rosulullah SAW memandang Aqra’ dengan penuh kasih dan bersabda, "Barang siapa tidak menyayangi, maka tidak akan disayangi." (HR Bukhari)
Subhanalloh. Rosulpun ternyata telah mencontohkan betapa pentingnya ungkapan cinta. Ungkapan yang tak hanya disampaikan lewat kata tapi juga terurai jadi laku. Tak hanya mengumbar kata cinta kepada anak-anak kita, tapi lebih dari itu kita membuktikannya dengan perilaku yang mendukung seperti halnya pelukan atau ciuman. Atau mungkin juga ekspresi cinta yang lainnya. Itu yang akan menumbuhkan rasa kasih dan saling menyayangi antara orang tua dan buah hatinya. Wallahu'alam.
Sweetheart...
Ibu akan terus memelukmu. Selama apapun yang kamu inginkan...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar