Kamis, 17 November 2011

Air Tuba Dibalas Air Susu

Jika kebaikan dibalas keburukan mungkin sering kita dengar. Air susu dibalas air tuba. Tapi jika keburukan dibalas dengan kebaikan, sepertinya hanya orang-orang berjiwa besar yang sanggup melakukannya. Bagaimana tidak, menepikan rasa marah, sakit hati, kecewa dan menggantinya dengan balasan kebaikan tentu butuh hati yang lapang, jiwa yang besar.

Terkisah Ibn Al Qayyim Al Jauziyah bercerita tentang gurunya Ibn Taimiyah. 

Demikian cerita beliau :
"Suatu hari, salah satu musuh guruku itu mati. Dia ahli fiqh yang sangat dengki pada Ibn Taimiyah, hingga berulang kali menebar fitnah, menyebabkan beliau dipenjara dan disiksa. Akupun bergegas, dengan diliputi rasa lega dan sukacita mengabarkan hal ini pada guruku. Kuceritakan padanya dengan berapi-api. Guruku menyimak, menunduk sejenak, dan menghela nafas. Kemudian beliau menatap dengan sendu dan berkata padaku : "Ayo berangkat". Di sana, guruku terlibat penuh dalam pengurusan jenazah sang musuh. Setelah tunai semua fardhu kifayah, beliau menarikku lagi. Kali ini masuk ke dalam rumah dan menemui keluarga yang berkabung. Guruku bicara pada mereka dengan kata-kata yang tak kuduga : "Mulai hari ini, seluruh nafkah dan hajat keluarga ini, akulah yang menanggungnya. Mohon jangan menolak duhai keluarga saudaraku".

Lanjut Ibn Al Qayyim, "Aku menangis mendengar kalimat mulia Guruku dan akhlaq agungnya pada keluarga musuh yang telah menyakitinya Aku yang malu atas pekertiku telah belajar; akhlaq mulia, sikap pewira, dan kasih utama menjadikan luka sembuh dan dendampun luruh.
 
Sungguh sikap mulia yang patut dijadikan ibrah. Ternyata keburukan yang dibalas dengan kebaikan demikian indahnya. Keburukan dan kebencian tak seharusnya dibalas dengan sikap yang sama. Semoga bisa belajar, insyaAlloh...

 ***
Ketidaksukaan kita pada seseorang janganlah menghalangi kita atas 3 perkara : 
bersikap adil, mengambil ilmu, dan menunjukkan unggulnya akhlaq kita.
- Salim A Fillah -

Selasa, 11 Oktober 2011

Ingin Dimengerti

Suatu ketika sepasang pengantin baru berjalan-jalan menikmati indahnya perkampungan yang masih belum tersentuh bising dan aroma kota. Ketika mereka bercanda, tiba-tiba terdengar suara dari kejauhan “Kwek...kwek...kwek”

“Dengar sayang, ada ayam”, kata istrinya

“Bukan..bukan, itu suara bebek”, kata suaminya.

“Nggak, itu suara ayam”, istrinya bersikeras.

“Istriku..itu suara bebek, suara ayam itu bunyinya kukururyuuuuk, kalau bebek itu ya kwek...kwek...kwek, nah itu bebek sayang, bukan ayam“, kata suaminya mencoba menjelaskan.

“Nggak, aku yakin itu suara ayam”, kata istrinya.

“Sayang, itu bebek, kamu ini..kamuuuuuuuu”, suaminya agak kesal. 

Seketika itu basahlah pipi istrinya, dia menangis sambil tersendu tapi tetap berkata, 

“Aku yakin itu ayam, bukan bebek”, ucapnya pilu.

Kemudian sang suami tersadar tak mau ribut lagi dan berkata, 

“Ya kamu benar sayang, itu suara ayam”. Suaminya berucap bersamaan dengan suara dari kejauhan ..kwek...kwek...kwek...


die dari milis


My Note :
Seharusnya cinta selalu mau mengerti. Apalagi hanya untuk hal-hal yang kecil, sepele dan tidak penting. Tapi terkadang kita malahan meributkan sesuatu yang tidak perlu. Sedikit demi sedikit pertengkaran-pertengkaran kecil terkumpul, menumpuk menjadi gunung es, dan tak mustahil akan meledak menjadi permasalahan besar yang akan membawa perpisahan. Tak apa mengalah demi keharmonisan cinta, demi seseorang yang dicintai. Karena terkadang perempuan sering berbuat sesuatu yang merepotkan dan bikin pusing. Asal tahu saja, tak ada maksud untuk merepotkan dan bikin pusing. Terkadang perempuan hanya ingin dimengerti...:)

Sebaik-baik kalian ialah orang yang paling baik perilakunya terhadap istrinya, dan aku adalah orang yang paling baik dari kalian dalam memperlakukan istriku.
 (HR. At Tirmizi dan dishahihkan oleh Al Albani)



Selasa, 20 September 2011

Hadits-Hadits Cinta


Begitu banyak peluang yang Alloh berikan, yang Rosulullah tunjukan, untuk menjadi mulia dengan cinta. Bukan menjadi terhina dan terpuruk, karenanya. Semoga hadits-hadits cinta ini bisa mengantarkan kita untuk sedikit demi sedikit memahami cinta yang menyelamatkan. Cinta yang menerbangkan kita ke surga-Nya, InsyaAlloh. 

Cinta yang memberikan cahaya 
“Sesungguhnya diantara hamba-hamba Alloh itu ada beberapa orang yang bukan nabi dan syuhada menginginkan keadaan seperti mereka, karena kedudukannya disisi Alloh. Sahabat bertanya : Ya Rosulullah, tolong kami beritahu siapa mereka ? Rosulullah SAW. Menjawab : Mereka adalah satu kaum yang cinta mencintai dengan ruh Alloh tanpa ada hubungan sanak saudara, kerabat diantara mereka serta tidak ada hubungan harta benda yang ada pada mereka. Maka, demi Alloh wajah-wajah mereka sungguh bercahaya, sedang mereka tidak takut apa-apa dikala orang lain takut, dan mereka tidak berduka cita dikala orang lain berduka cita” (H.R. Abu Daud) 

Cinta yang menggugurkan dosa 
“Sesungguhnya seorang muslim apabila bertemu saudaranya yang muslim, lalu ia memegang tangannya (berjabat tangan) gugurlah dosa keduanya sebagaimana gugurnya daun dan pohon kering jika ditiup angin kencang. Sungguh diampuni dosa mereka berdua, meski sebanyak buih dilaut” (H.R. Tabrani) 

Cinta yang memberikan keteduhan
 “Sesungguhnya Alloh SWT pada hari kiamat berfirman : “Dimanakah orang yang cinta mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini Aku akan menaungi dengan menunggu-Ku dihari yang tiada naungan melainkan naungan-Ku” (H.R. Muslim) 

Cinta yang berbalas cinta
“Alloh SWT berfirman, “pasti akan mendapat cinta-Ku orang-orang yang cinta mencintai karena Aku, saling kunjung mengunjungi karena Aku dan saling memberi karena Aku” (Hadits Qudsi) 

Karena cinta, dicintai-Nya
“Bahwa seseorang mengunjungi saudaranya di desa lain, lalu Alloh mengutus malaikat untuk membuntutinya. Tatkala malaikat menemaninya malaikat berkata : Kau mau kemana ? Ia menjawab : Aku ingin mengujungi saudaraku di desa ini. Malaikat terus bertanya : Apakah kamu akan memberikan sesuatu pada saudaramu ? Ia menjawab : Tidak ada, melainkan hanya aku mencintainya karena Alloh SWT. Malaikat berkata : Sesungguhnya aku diutus Alloh kepadamu, bahwa Alloh mencintaimu sebagaimana kamu mencintai orang tersebut karena-Nya” (H.R. Muslim) 

Tiga cinta yang manis 
"Tiga perkara, yang barang siapa memilikinya, ia dapat merasakan manisnya iman, yaitu cinta kepada Allah dan Rasul melebihi cintanya kepada selain keduanya, cinta kepada seseorang karena Allah dan membenci kekafiran sebagaimana ia tidak mau dicampakan ke dalam api neraka” (H.R. Bukhari-Muslim)
 

Diambil dari buku "La Tahzan For Broken Hearted Muslimah"

Selasa, 13 September 2011

Wanita

Wanita tercantik bagi pria terbaik bukanlah yang paling jelita, melainkan dia yang jika dipandang memberi tenang dan surgapun terbayang.

Wanita terkuat bagi pria semangat bukanlah yang merasa terhebat, melainkan yang menundukkan diri dengan ibadat, menempatkan diri dalam taat.

Wanita terkaya di hati pria bukan dia yang bertumpuk harta, melainkan yang ridha pada halal semata dan qana'ahnya menjadi simpanan tak fana.

Wanita terdahsyat bagi lelaki bukan dia yang pesonanya memukau banyak mata, melainkan yang siap menjadi madrasah cinta bagi anak-anaknya.

Wanita paling kukuh di kehidupan pria bukan yang tak pernah menangis, tapi yang tersenyum meneguhkan dan airmatanya menjadi pengingat taqwa.

Wanita paling bermakna bagi pria bahagia ialah dia yang kala berpisah menenangkan, kala berjumpa menggelorakan, tiap masa saling menguatkan.

- Salim A Fillah -

Selasa, 23 Agustus 2011

Tidak Siap

Di dalam kitab Al Hikam, Ibn 'Athaillah As Sakandari menuturkan sebuah kisah, tentang seseorang yang diijabah doanya oleh Alloh SWT, tapi sang pendoa ternyata justru tidak siap dengan pengabulan doanya itu.

Ahli ibadah ini berdoa memohon kepada Alloh SWT agar dikaruniai dua potong roti setiap hari di pagi dan petangnya tanpa harus bekerja untuk mendapatkannya. Dia berharap dengan itu pengabdiannya kepada alloh SWT akan jadi lebih khusyuk karena tanpa harus memikirkan untuk bekerja. Dalam bayangannya jika tak bersusah-susah mengejar dunia maka ibadahnya akan lebih terjaga. 

Maka Alloh SWT pun menjawab doanya. Sebuah pengabulan yang sempurna. Pintanya itu terwujud dengan cara yang tak terduga. Alloh SWT mentakdirkannya ditimpa fitnah, dituduh melakukan kejahatan. Tuduhan yang mengantarkannya masuk penjara. Dalam penjara itu Alloh SWT pun menakdirkan dia mendapat jatah ransum dua kerat roti, satu di kala pagi, satu di petangnya. Tanpa bekerja ataupun upaya lainnya. Doanya sempurna terkabul seperti yang pernah dimohonkannya, mendapat rizki tanpa bekerja, agar khusyuk ibadah yang akan dilakukannya.

Tapi apa yang dilakukan sang abid. Ternyata dia tak menginsyafi bahwa doanya telah terjawab. Dia justru sibuk meratapi nasibnya yang malang karena telah masuk penjara.

Subhanalloh. Kisah yang penuh makna di dalamnya. Terkadang kita tidak berhati-hati dalam berdoa. Tidak mempersiapkan diri dengan doa yang dipinta. Begitu banyak meminta tapi tak berpikir apakah saat pinta kita itu dikabulkan-Nya benar-benar akan menambah kebaikan dan juga keimanan kita, atau justru dengan dikabulkannya doa itu malah melalaikan kita dari mengingat-Nya. Sering kita memohon ini dan itu, tapi pada saat Alloh SWT telah memberikannya, kita malah semakin jarang/malas beribadah. Pada akhirnya terkabulnya doa bukanlah mendatangkan senyum-Nya tapi justru murka-Nya.

Wallahu'alam. Semoga bisa belajar. Aamiin...

Senin, 15 Agustus 2011

Mengeluh

Anakku berlari keluar kelas dan langsung menemuiku sambil berkata : "Aku hari ini puasanya ga pakai mengeluh dong...". Ucapannya ringan, dan terdengar riang. Tapi sanggup membuatku mengernyitkan dahi. Apalagi setelah barusan aku mengeluh karena panas yang belakangan seperti menusuk kulit. Meski mungkin anakku tidak bermaksud menyindir (dia hanya merasa apa yang dilakukannya hari ini adalah sesuatu yang baik dan ibu pasti senang mendengarnya) tapi tak urung aku merasa tersentil juga.

Terkadang begitu banyak yang kita keluhkan, bahkan hal-hal yang remeh, sampai kita lupa untuk bersyukur. Mengeluh karena panasnya hari dan lupa bahwa Alloh memberi udara yang sedemikian bebas dinikmati. Itu hanya nikmat udara, belum nikmat yang lainnya.“Dan jika kamu menghitung nikmat Alloh, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya" (QS An-Nahl: 18). Di saat kita tenggelam dalam keluhan diri sendiri, pancaindra kita tidak lagi mampu memainkan peranannya untuk melihat, mendengar, merasai dan menghayati pemberian Alloh yang tiada henti-hentinya. Itulah yang sering terjadi. Membuat keluhan menjadi semakin mudah terucap dari bibir. 

Teringat sebuah kisah, ada seorang pemuda yang sering berdoa di sisi Baitullah : "Ya Alloh, masukkanlah aku dalam golongan yang sedikit". Doanya didengar oleh Khalifah Umar bin Khattab ketika beliau sedang melakukan tawaf di Ka'bah. Khalifah merasa heran dengan permintaan pemuda tersebut. Setelah selesai melakukan tawaf, Khalifah Umar memanggil pemuda itu lalu bertanya: "Mengapa engkau berdoa seperti itu, apakah tak ada permintaan lain yang kau mohonkan kepada Alloh?". Pemuda itu menjawab : "Ya Amirul Mukminin, Aku membaca doa itu karena aku merasa takut dengan penjelasan Alloh seperti firman-Nya dalam surat al-A’raaf ayat 10, “Sesungguhnya Kami (Alloh) telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber/jalan) penghidupan. (Tetapi) amat sedikitlah kamu bersyukur". Aku memohon agar Alloh memasukkan aku dalam golongan yang sedikit, karena terlalu sedikit orang yang tahu bersyukur kepada Alloh". Mendengar jawaban itu, Khalifah Umar bin Khattab menepuk kepalanya sambil berkata kepada dirinya sendiri : "Wahai Umar, alangkah bodohnya engkau, orang biasa justru lebih alim daripadamu".

Subhanalloh. Hanya mampu memohon ampun. Dan semoga termasuk ke dalam golongan yang sedikit itu, aamiin...

Minggu, 07 Agustus 2011

Dan, Malaikatpun Mendo'akan...

Dalam Al Qur'an surat Al Anbiyaa' : 26-28, Alloh SWT berfirman : 

"Sebenarnya (malaikat - malaikat itu) adalah hamba - hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya. Alloh mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka dan yang dibelakang mereka, dan mereka tidak memberikan syafa'at melainkan kepada orang-orang yang diridhai Alloh, dan mereka selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya"

Ternyata malaikatpun bisa memberi syafa'at(pertolongan) bagi kita. Syafa’at hakikatnya adalah doa, atau memerantarai orang lain untuk mendapatkan kebaikan dan menolak keburukan. Atau dengan kata lain syafa’at adalah memintakan kepada Alloh di akhirat untuk kepentingan orang lain. Dengan demikian meminta syafa’at berarti meminta doa, sehingga permasalahan syafa’at ialah sama dengan doa.

Lalu siapa saja yang dido'akan malaikat ? Dalam buku 'Orang-Orang Yang Dido'akan Malaikat', tulisan Syaikh Fadhl Ilahi, berikut ini adalah yang termasuk didalamnya :
  • Orang yang tidur dalam keadaan berwudhu.
    Rasululloh SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa : Ya Alloh, ampunilah hambamu si fulan kerana tidur dalam keadaan suci".

    (Riwayat Ibnu Hibban )
  • Orang yang sedang duduk menunggu waktu sholat.
    Rasululloh SAW bersabda, "Tidaklah salah seorang di antara kalian yang duduk menunggu sholat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya : Ya Alloh, ampunilah ia. Ya Alloh sayangilah ia".

    (Riwayat Muslim )
  • Orang yang berada di shaf barisan depan berjemaah.
    Rasululloh SAW bersabda, "Sesungguhnya Alloh dan para malaikat-Nya bersolawat kepada (orang-orang) yang berada pada shaf-shaf terdepan".

    (Riawayat Abu Daud)
  • Orang yang menyambung shaf sholat berjamaah (tidak membiarkan kekosongan di dalam shaf).
    Rasululloh SAW bersabda, "Sesungguhnya Alloh dan para malaikat selalu bersolawat kepada orang–orang yang menyambung shaf-shaf ".
    (Riwayat Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim)
  • Orang yang mengucapkan 'aamiin' ketika imam selesai membaca Al Fatihah.
    Rasululloh SAW bersabda, "Jika seorang Imam membaca ‘ ghairil maghdhuubi ‘ alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’, kerana barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya masa lalu".

    (Riwayat Bukhari)
  • Orang yang duduk di tempat sholatnya setelah selesai sholat.
    Rasululloh SAW bersabda, "Para malaikat akan selalu bersolawat kepada salah satu di antara kalian selama ia ada di dalam tempat sholat di mana ia melakukan sholat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata : Ya Alloh ampunilah dan sayangilah ia".

    (Riwayat Imam Ahmad)
  • Orang yang sholat subuh dan ashar secara berjama'ah.
    Rasululloh SAW bersabda, "Para malaikat berkumpul pada saat sholat subuh lalu para malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu sholat ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga sholat ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Alloh bertanya kepada mereka : Bagaimana kalian meninggalkan hambaku ?, mereka menjawab : Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan sholat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan sholat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat".

    (Riwayat Imam Ahmad)
  • Orang yang mendoakan saudaranya tanpa pengetahuan orang yang didoakan.
    Rasululloh SAW bersabda, "Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa pengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan".

    (RiwayatMuslim)
  • Orang–orang yang berinfak.
    Rasululloh SAW bersabda, "Tidak satu hari pun di mana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali dua malaikat turun kepadanya, salah satu di antara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak. Dan lainnya berkata : Ya Alloh, hancurkanlah harta orang yang bakhil".

    (Riwayat Bukhari dan Muslim)
  • Orang yang sedang makan sahur.
    Rasululloh SAW bersabda, "Sesungguhnya Alloh dan para malaikat-Nya bersolawat kepada orang–orang yang sedang makan sahur".

    (Riwayat Ibnu Hibban dan Thabrani)
  • Orang yang sedang menjenguk orang sakit.
    Rasululloh SAW bersabda, "Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Alloh akan mengutus 70,000 malaikat untuknya yang akan bersolawat kepadanya di waktu siang hingga petang dan di waktu malam hingga subuh".

    (Riwayat Imam Ahmad)
  • Orang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
    Rasululloh SAW bersabda, "Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya berselawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain".

    (Riwayat Tirmidzi)
Subhanalloh. Semoga kita termasuk di dalamnya. Aamiin.

Wallahu'alam