Terkadang begitu banyak yang kita keluhkan, bahkan hal-hal yang remeh, sampai kita lupa untuk bersyukur. Mengeluh karena panasnya hari dan lupa bahwa Alloh memberi udara yang sedemikian bebas dinikmati. Itu hanya nikmat udara, belum nikmat yang lainnya.“Dan jika kamu menghitung nikmat Alloh, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya" (QS An-Nahl: 18). Di saat kita tenggelam dalam keluhan diri sendiri, pancaindra kita tidak lagi mampu memainkan peranannya untuk melihat, mendengar, merasai dan menghayati pemberian Alloh yang tiada henti-hentinya. Itulah yang sering terjadi. Membuat keluhan menjadi semakin mudah terucap dari bibir.
Teringat sebuah kisah, ada seorang pemuda yang sering berdoa di sisi Baitullah : "Ya Alloh, masukkanlah aku dalam golongan yang sedikit". Doanya didengar oleh Khalifah Umar bin Khattab ketika beliau sedang melakukan tawaf di Ka'bah. Khalifah merasa heran dengan permintaan pemuda tersebut. Setelah selesai melakukan tawaf, Khalifah Umar memanggil pemuda itu lalu bertanya: "Mengapa engkau berdoa seperti itu, apakah tak ada permintaan lain yang kau mohonkan kepada Alloh?". Pemuda itu menjawab : "Ya Amirul Mukminin, Aku membaca doa itu karena aku merasa takut dengan penjelasan Alloh seperti firman-Nya dalam surat al-A’raaf ayat 10, “Sesungguhnya Kami (Alloh) telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber/jalan) penghidupan. (Tetapi) amat sedikitlah kamu bersyukur". Aku memohon agar Alloh memasukkan aku dalam golongan yang sedikit, karena terlalu sedikit orang yang tahu bersyukur kepada Alloh". Mendengar jawaban itu, Khalifah Umar bin Khattab menepuk kepalanya sambil berkata kepada dirinya sendiri : "Wahai Umar, alangkah bodohnya engkau, orang biasa justru lebih alim daripadamu".
Subhanalloh. Hanya mampu memohon ampun. Dan semoga termasuk ke dalam golongan yang sedikit itu, aamiin...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar