Selasa, 23 Agustus 2011

Tidak Siap

Di dalam kitab Al Hikam, Ibn 'Athaillah As Sakandari menuturkan sebuah kisah, tentang seseorang yang diijabah doanya oleh Alloh SWT, tapi sang pendoa ternyata justru tidak siap dengan pengabulan doanya itu.

Ahli ibadah ini berdoa memohon kepada Alloh SWT agar dikaruniai dua potong roti setiap hari di pagi dan petangnya tanpa harus bekerja untuk mendapatkannya. Dia berharap dengan itu pengabdiannya kepada alloh SWT akan jadi lebih khusyuk karena tanpa harus memikirkan untuk bekerja. Dalam bayangannya jika tak bersusah-susah mengejar dunia maka ibadahnya akan lebih terjaga. 

Maka Alloh SWT pun menjawab doanya. Sebuah pengabulan yang sempurna. Pintanya itu terwujud dengan cara yang tak terduga. Alloh SWT mentakdirkannya ditimpa fitnah, dituduh melakukan kejahatan. Tuduhan yang mengantarkannya masuk penjara. Dalam penjara itu Alloh SWT pun menakdirkan dia mendapat jatah ransum dua kerat roti, satu di kala pagi, satu di petangnya. Tanpa bekerja ataupun upaya lainnya. Doanya sempurna terkabul seperti yang pernah dimohonkannya, mendapat rizki tanpa bekerja, agar khusyuk ibadah yang akan dilakukannya.

Tapi apa yang dilakukan sang abid. Ternyata dia tak menginsyafi bahwa doanya telah terjawab. Dia justru sibuk meratapi nasibnya yang malang karena telah masuk penjara.

Subhanalloh. Kisah yang penuh makna di dalamnya. Terkadang kita tidak berhati-hati dalam berdoa. Tidak mempersiapkan diri dengan doa yang dipinta. Begitu banyak meminta tapi tak berpikir apakah saat pinta kita itu dikabulkan-Nya benar-benar akan menambah kebaikan dan juga keimanan kita, atau justru dengan dikabulkannya doa itu malah melalaikan kita dari mengingat-Nya. Sering kita memohon ini dan itu, tapi pada saat Alloh SWT telah memberikannya, kita malah semakin jarang/malas beribadah. Pada akhirnya terkabulnya doa bukanlah mendatangkan senyum-Nya tapi justru murka-Nya.

Wallahu'alam. Semoga bisa belajar. Aamiin...

Senin, 15 Agustus 2011

Mengeluh

Anakku berlari keluar kelas dan langsung menemuiku sambil berkata : "Aku hari ini puasanya ga pakai mengeluh dong...". Ucapannya ringan, dan terdengar riang. Tapi sanggup membuatku mengernyitkan dahi. Apalagi setelah barusan aku mengeluh karena panas yang belakangan seperti menusuk kulit. Meski mungkin anakku tidak bermaksud menyindir (dia hanya merasa apa yang dilakukannya hari ini adalah sesuatu yang baik dan ibu pasti senang mendengarnya) tapi tak urung aku merasa tersentil juga.

Terkadang begitu banyak yang kita keluhkan, bahkan hal-hal yang remeh, sampai kita lupa untuk bersyukur. Mengeluh karena panasnya hari dan lupa bahwa Alloh memberi udara yang sedemikian bebas dinikmati. Itu hanya nikmat udara, belum nikmat yang lainnya.“Dan jika kamu menghitung nikmat Alloh, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya" (QS An-Nahl: 18). Di saat kita tenggelam dalam keluhan diri sendiri, pancaindra kita tidak lagi mampu memainkan peranannya untuk melihat, mendengar, merasai dan menghayati pemberian Alloh yang tiada henti-hentinya. Itulah yang sering terjadi. Membuat keluhan menjadi semakin mudah terucap dari bibir. 

Teringat sebuah kisah, ada seorang pemuda yang sering berdoa di sisi Baitullah : "Ya Alloh, masukkanlah aku dalam golongan yang sedikit". Doanya didengar oleh Khalifah Umar bin Khattab ketika beliau sedang melakukan tawaf di Ka'bah. Khalifah merasa heran dengan permintaan pemuda tersebut. Setelah selesai melakukan tawaf, Khalifah Umar memanggil pemuda itu lalu bertanya: "Mengapa engkau berdoa seperti itu, apakah tak ada permintaan lain yang kau mohonkan kepada Alloh?". Pemuda itu menjawab : "Ya Amirul Mukminin, Aku membaca doa itu karena aku merasa takut dengan penjelasan Alloh seperti firman-Nya dalam surat al-A’raaf ayat 10, “Sesungguhnya Kami (Alloh) telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber/jalan) penghidupan. (Tetapi) amat sedikitlah kamu bersyukur". Aku memohon agar Alloh memasukkan aku dalam golongan yang sedikit, karena terlalu sedikit orang yang tahu bersyukur kepada Alloh". Mendengar jawaban itu, Khalifah Umar bin Khattab menepuk kepalanya sambil berkata kepada dirinya sendiri : "Wahai Umar, alangkah bodohnya engkau, orang biasa justru lebih alim daripadamu".

Subhanalloh. Hanya mampu memohon ampun. Dan semoga termasuk ke dalam golongan yang sedikit itu, aamiin...

Minggu, 07 Agustus 2011

Dan, Malaikatpun Mendo'akan...

Dalam Al Qur'an surat Al Anbiyaa' : 26-28, Alloh SWT berfirman : 

"Sebenarnya (malaikat - malaikat itu) adalah hamba - hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya. Alloh mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka dan yang dibelakang mereka, dan mereka tidak memberikan syafa'at melainkan kepada orang-orang yang diridhai Alloh, dan mereka selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya"

Ternyata malaikatpun bisa memberi syafa'at(pertolongan) bagi kita. Syafa’at hakikatnya adalah doa, atau memerantarai orang lain untuk mendapatkan kebaikan dan menolak keburukan. Atau dengan kata lain syafa’at adalah memintakan kepada Alloh di akhirat untuk kepentingan orang lain. Dengan demikian meminta syafa’at berarti meminta doa, sehingga permasalahan syafa’at ialah sama dengan doa.

Lalu siapa saja yang dido'akan malaikat ? Dalam buku 'Orang-Orang Yang Dido'akan Malaikat', tulisan Syaikh Fadhl Ilahi, berikut ini adalah yang termasuk didalamnya :
  • Orang yang tidur dalam keadaan berwudhu.
    Rasululloh SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa : Ya Alloh, ampunilah hambamu si fulan kerana tidur dalam keadaan suci".

    (Riwayat Ibnu Hibban )
  • Orang yang sedang duduk menunggu waktu sholat.
    Rasululloh SAW bersabda, "Tidaklah salah seorang di antara kalian yang duduk menunggu sholat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya : Ya Alloh, ampunilah ia. Ya Alloh sayangilah ia".

    (Riwayat Muslim )
  • Orang yang berada di shaf barisan depan berjemaah.
    Rasululloh SAW bersabda, "Sesungguhnya Alloh dan para malaikat-Nya bersolawat kepada (orang-orang) yang berada pada shaf-shaf terdepan".

    (Riawayat Abu Daud)
  • Orang yang menyambung shaf sholat berjamaah (tidak membiarkan kekosongan di dalam shaf).
    Rasululloh SAW bersabda, "Sesungguhnya Alloh dan para malaikat selalu bersolawat kepada orang–orang yang menyambung shaf-shaf ".
    (Riwayat Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim)
  • Orang yang mengucapkan 'aamiin' ketika imam selesai membaca Al Fatihah.
    Rasululloh SAW bersabda, "Jika seorang Imam membaca ‘ ghairil maghdhuubi ‘ alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’, kerana barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya masa lalu".

    (Riwayat Bukhari)
  • Orang yang duduk di tempat sholatnya setelah selesai sholat.
    Rasululloh SAW bersabda, "Para malaikat akan selalu bersolawat kepada salah satu di antara kalian selama ia ada di dalam tempat sholat di mana ia melakukan sholat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata : Ya Alloh ampunilah dan sayangilah ia".

    (Riwayat Imam Ahmad)
  • Orang yang sholat subuh dan ashar secara berjama'ah.
    Rasululloh SAW bersabda, "Para malaikat berkumpul pada saat sholat subuh lalu para malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu sholat ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga sholat ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Alloh bertanya kepada mereka : Bagaimana kalian meninggalkan hambaku ?, mereka menjawab : Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan sholat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan sholat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat".

    (Riwayat Imam Ahmad)
  • Orang yang mendoakan saudaranya tanpa pengetahuan orang yang didoakan.
    Rasululloh SAW bersabda, "Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa pengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan".

    (RiwayatMuslim)
  • Orang–orang yang berinfak.
    Rasululloh SAW bersabda, "Tidak satu hari pun di mana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali dua malaikat turun kepadanya, salah satu di antara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak. Dan lainnya berkata : Ya Alloh, hancurkanlah harta orang yang bakhil".

    (Riwayat Bukhari dan Muslim)
  • Orang yang sedang makan sahur.
    Rasululloh SAW bersabda, "Sesungguhnya Alloh dan para malaikat-Nya bersolawat kepada orang–orang yang sedang makan sahur".

    (Riwayat Ibnu Hibban dan Thabrani)
  • Orang yang sedang menjenguk orang sakit.
    Rasululloh SAW bersabda, "Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Alloh akan mengutus 70,000 malaikat untuknya yang akan bersolawat kepadanya di waktu siang hingga petang dan di waktu malam hingga subuh".

    (Riwayat Imam Ahmad)
  • Orang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
    Rasululloh SAW bersabda, "Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya berselawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain".

    (Riwayat Tirmidzi)
Subhanalloh. Semoga kita termasuk di dalamnya. Aamiin.

Wallahu'alam

Sabtu, 06 Agustus 2011

Al Hikam

Sekilas tentang kitab Al Hikam :
  • Al Hikam adalah kitab yang ditulis Syaikh Ibnu 'Athaillah As-Sukandari Asy-Syadzili.
  • Merupakan salah satu panduan filosofis untuk meluruskan & meneguhkan keimanan.
  • Kitab ini dipergunakan secara umum oleh para penempuh jalan spiritual dari thariqoh yang manapun. Dan dipandang sebagai rujukan yang amat luar biasa manfaat dan menggerakkkan untuk mensucikan diri meraih tauhid yang hakiki.
  • Kitab ini mengajarkan ma'rifat (berada pada wilayah hati). Kitab ini cenderung berada di wilayah hakikat, bukan syari'at.
  • Kitab ini tidak dipergunakan oleh para pemula. Para sufi mempergunakannya untuk panduan para murid lanjutan.
  • Untuk memahami  kitab ini dengan baik memerlukan pemahaman pendahuluan. Juga memerlukan guru yang memang memahami dan mengamalkannya.
  • Banyak ungkapan hikmah dalam kitab ini yang tidak boleh dipahami leterlek tekstual. Ungkapan-ungkapannya harus dipahami dengan perenungan dan kedalaman hati. Yang diawali dengan keinsyafan sebagai hamba yang penuh kekurangan. Tanpa itu ada kemungkinan ungkapan yang disampaikan akan disalahpahami.
Wallahu'alam

Beberapa nasehat Ibnu Athaillah yang terdapat dalam kitab Al Hikam :
  • Tak terjadinya sesuatu yang dijanjikan, padahal waktunya telah tiba, janganlah sampai membuatmu ragu terhadap janji Alloh itu. Supaya yang demikian tidak mengaburkan pandangan mata batinmu dan memadamkan cahaya relung hatimu.
  • Apabila engkau ingin Alloh membukakan pintu pengharapan, maka perhatikanlah apa yang Dia berikan kepadamu.
  • Alloh melapangkan keadaanmu agar engkau tidak tetap dalam kesempitan, dan Alloh menyempitkan keadaanmu agar engkau tidak terus dalam kelapangan, dan Dia melepaskanmu dari keduanya agar engkau terbebas dari sesuatu selain-Nya.
  • Cinta sejati itu menyembuhkan. Bukan menyakitkan.
  • Di dalam shalat terbentang luas medan rahasia Alloh dan muncul darinya kilau cahaya-Nya.
  • Bagaimana mungkin segala sesuatu akan mampu menghalangi-Nya, jika Dia lebih dekat kepadamu dari segala sesuatu itu sendiri ?
  • Tanamlah dirimu dalam tanah kerendahan, sebab tiap sesuatu yang tumbuh tetapi tidak ditanam, maka tidak sempurna hasil buahnya.
  • Tiada sesuatu yang sangat berguna bagi hati (jiwa), sebagaimana menyendiri untuk masuk ke medan berfikir (tafakur).
  • Penolakan dari Alloh terasa pedih bagimu hanya karena engkau tak mengerti rahmat Alloh di balik penolakan itu.
  • Singkatnya perjalanan yang sesungguhnya adalah bila jarak dunia dilipat untukmu sehingga engkau dapat melihat akhirat lebih dekat kepadamu ketimbang dirimu sendiri.
  • Sebaik-baik waktumu adalah kapan engkau menyadari kekuranganmu, dan engkau pun kembali mengakui kerendahanmu.
  • Cahaya adalah tentara kalbu sebagaimana kegelapan adalah tentara nafsu. Ketika Alloh hendak menolong hamba-Nya, Dia membantunya dengan tentara cahaya dan memutus bantuan kegelapan dan kepalsuan.
  • Sebaik-baik permohonan yang harusnya engkau ajukan kepada Alloh adalah apa yang dituntut Alloh untuk engkau lakukan.
  • Tidak tumbuh dahan-dahan kehinaan kecuali dari benih-benih ketamakan.
  • Siapa tidak mensyukuri nikmat, berarti menginginkan hilangnya. Dan siapa mensyukurinya, berarti telah secara kuat mengikatnya.
  • Di antara tanda matinya hati adalah tidak adanya perasaan sedih atas kesempatan beramal yang engkau lewatkan dan tidak adanya penyesalan atas pelanggaran yang engkau lakukan.
  • Tugas cahaya adalah menyingkap tabir, tugas mata batin menetapkan hukum, sedangkan tugas hati menghadapi atau membelakangi.
  • Cahaya adalah kendaraan hati dan relung batin.
  • Jangan tinggalkan zikir lantaran tidak bisa berkonsentrasi kepada Alloh ketika berzikir. Karena, kelalaianmu (terhadap Alloh) ketika tidak berzikir lebih buruk ketimbang kelalaianmu ketika berzikir. Mudah-mudahan Alloh berkenan mengangkatmu dari zikir penuh kelalaian menuju zikir penuh kesadaran, dan dari zikir penuh kesadaran menuju zikir yang disemangati kehadiran-Nya, menuju zikir yang meniadakan segala selain-Nya. "Dan yang demikian itu bagi Allah tidaklah sukar" (QS 14:20)
  • Sungguh mengherankan, orang yang lari dari apa yang dia tidak bisa terlepas darinya dan malah mencari apa yang tidak kekal baginya. "Sesungguhnya mata kepala itu tidak buta, tetapi yang buta itu adalah mata hati yang ada di dalam dada" (QS 22:46)
  • Jika engkau tidak bisa berbaik sangka kepada Alloh karena keindahan sifat-sifat-Nya, maka berbaik sangkalah karena pertemanan-Nya bersamamu. Bukankan Dia selalu memberimu sesuatu yang baik-baik? Dan bukankah Dia senantiasa memberimu nikmat?
Semoga manfa'at. Aamiin...